Selasa, 16 September 2014

Hipertensi

Tekanan darah normal orang dewasa biasanya mencapai rata-rata 120/80 (100/60) sampai 140/85 mm Hg, hal ini biasanya tidak terlalu berarti. Namun, jika tekanan bawah atau diastole lebih dari 100, maka biasanya memerlukan pengobatan. Pada orang dewasa, tekanan darah rendah mencapai 90/60 sampai 110/70 itu berarti orang ini normal dan usia hidup seorang wanita akan menjadi lebih panjang. Dan juga jarang mengalami suatu gangguan jantung.



Cara mengukur tekanan darah normal orang dewasa adalah :
  1. Pasien harus dalam keadaan santai. Jika pasien melakukan olahraga, marah, atau kebingungan hal ini akan menaikkan tekanan darah normal sehingga memberikan nilai baca yang palsu.
  2. Ikatkan kain tekankan pada bagian lengan atas dan kemudian tutup kunci untuk katup tensimeter.
  3. Pompa terus kemudian sampai diatas 200 milimeter.
  4. Stetoskop diletakkan pada bagian di dalam siku-siku.
  5. Kemudian dengarkan baik-baik dan kuncilah tensimeter dibuka pelan-pela, jarum petunjuk pada tensimeter akan menunjukkan angka pada saat terdengar suara pulsa denyutan jantung.
Tekanan darah yang normal bisa dibaca dengan bacaan pertama denyutan jantung. Ini adalah suatu kontraksi otot jantung yang mendesak darah yang masuk pada arteri. Pada orang normal, biasanya sekitar 110-120 mm. Kunci tensimeter terus, kemudian dibuka dengan pelan-pelan. Dan bacaan kedua adalah saat denyutan jantung mulai terdengar samar-samar atauu juga menghilang. Ini biasanya dinamakan dengan diastole, biasanya terjadi normal pada 60-80 mm.

Tekanan darah normal orang dewasa dibagi menjadi dua, yakni tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah. Tekanan darah tinggi atau yang biasanya disebut dengan penyakit hipertensi yang bisa menimbulkan banyak masalah misalnya adalah penyakit jantung, ginjal dan juga penyakit pembuluh darah otak atau penyakit stroke.
Sedangkan tekanan darah rendah adalah tekanan darah yang nilainya dibawah nilai normal, hal ini dinilai sebagai penyakit darah rendah atau hypotension. Syarat dari pengukuran darah rendah ini adalah dilakukan pada saat bangun tidur dan belum melakukan aktivitas apapun.

Diperkirakan 1 dari 3 orang mengidap penyakit darah tinggi. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ yang tidak bisa disembuhkan. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga diabetes. Tak heran jika tekanan darah tinggi dikenal sebagai 'pembunuh yang diam'.

Tekanan darah tinggi biasanya diidap orang di atas usia 18 tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan proporsi seseorang terkena tekanan darah tinggi meningkat seiring bertambahnya umur, yaitu 1 dalam 10 orang pada usia 20-30-an tahun, dan 5 dari 10 orang pada usia 50-an tahun. Karena itu, deteksi dini sangat penting dilakukan, dan setiap orang dewasa seharusnya tahu tekanan darah mereka dan menjaganya dalam level yang normal, yaitu 120/80 mmHg.

Selain itu, pola makan dan gaya hidup sehat penting dilakukan untuk mengelola tekanan darah tinggi. Berikut adalah enam cara mudah yang bisa dilakukan:

1. Kurangi garam
Membatasi asupan sodium membantu mengontrol tekanan darah tinggi bagi orang yang mengidapnya dan mencegah orang yang tidak mengidapnya. WHO merekomendasikan asupan sodium tidak melebihi dari 2.000 miligram atau lima gram garam--setara dengan satu sendok teh--per hari. Hati-hatilah dengan makanan kaleng dan makanan cepat saji seperti fried chicken, pizza, dan sejenisnya. Makanan jenis itu mengandung garam yang berlebihan.

2. Konsumsi potasium
Mineral ini membantu menurunkan tekanan darah. Asupan harian yang direkomendasikan untuk dewasa adalah 3.510 miligram. Ada juga buah yang kaya potasium, seperti kacang polong (kira-kira mengandung 1.300 miligram potasium per 100 gram kacang polong), kacang (600 miligram per 100 gram), sayuran seperti bayam, kol (550 miligram per 100 gram) dan buah seperti pisang, pepaya, dan kurma (kira-kira 300 miligramper 100 gram).

3. Modifikasi diet
Makanlah sekurangnya limasajian buah dan sayuran berserat dan kurangi makanan olahan dalam diet Anda. Kurangi makanan bergaram seperti saus, asinan, keripik. Buah dan sayuran mengandung rendah sodium dan kaya akan potasium. Ini akan membantu menurunkan tekanan darah. Kurangi juga makanan berlemak dan makanan yang digoreng, khususnya yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans.

4. Kontrol berat badan
Tekanan darah cenderung meningkatkan berat badan. Setiap lima kilogram penurunan berat badan bisa menurunkan tekanan darah sistolik hingga 2-10 poin. Untuk hasil optimal, orang dewasa seharusnya mengelola Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI) antara 18,5-24,9 kilogram/m2.

5. Olahraga
Situasi stres bisa menyebabkan serangan darah tinggi temporer. Karena itu membuat fisik aktiv adalah satu dari hal yang sangat penting dilakukan untuk mencegah atau mengontrol tekanan darah tinggi. Tidurlah yang cukup, tarik nafas panjang, meditasi, yoga, dan olahraga setidaknya 30 menit per hari untuk mengurangi stres. Beberapa aktivitas moderat yang bisa dilakukan adalah berjalan, bersepeda, berkebun, atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

6. Batasi alkohol
Bukan hanya karena terlalu banyak alkohol meningkatkan tekanan darah, tapi juga minum-minum berlebihan yang berulang-ulang bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang. Maka, sangat penting untuk membatasi asupan alkohol.

(dikutip dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar: